Senin, 14 Maret 2016

Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini



Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini


Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini
Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini. Tidak seorangpun mau masa lalunya diungkit-ungkit. Apalagi jika dirinya sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya. Dulu mungkin seorang remaja laki-laki, suka merokok, ngumpul dengan geng motornya, melakukan tindakan pelanggaran. Kemudian 3 tahun sesudahnya dia berubah, sayangnya dia bertemu dengan teman-teman yang mengenalnya dulu sebagai seorang remaja yang nakal dan masa lalunya diungkit kembali. Bagaimana perasaannya? Dapat dipastikan dirinya akan terus menghindar dari teman-temannya yang tidak mengenalnya sekarang. Akan jemu, jengah, dan enggan bertemu dengan teman-temannya yang selalu menyinggung masa lalunya yang kelam.
Begitu juga dengan hubungan cinta kasih. Kekasihmu yakin, tidak perlu mengungkit masa lalu, karena kita hidup dimasa kini. Kenapa kita selalu ingin tahu soal masa lalu seseorang dan bagaimana agar kita tetap optimis dengan masa lalu dirinya yang terlanjur kita ketahui? Baca dibawah ini penjelasannya ya.

Karena Kita Selalu Ingin Sempurna

Secara tidak sadar, hubungan cinta kasih sejoli akan selalu diupayakan untuk tidak mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Sehingga setiap orang akan membawa standar cinta kasih dari sebelumnya. Jika dirinya dulu dikhianati karena mantannya dulu malah berselingkuh, maka dengan yang sekarang pun akan diupayakan sang kekasih tidak berselingkuh. Walau di masa lalunya mungkin kekasihnya sekarang adalah seorang peselingkuh, jika dirinya tahu kenyataan masa lalu itu, jelas dirinya tidak akan mudah merelakan kenyataan itu. Mudah diduga masa lalu akan selalu diungkit jika terjadi permasalahan diantara keduanya.
Kita selalu ingin sempurna, minimal jauh lebih baik. Tapi hubungan cinta kasih sejatinya penuh resiko. Resiko untuk jatuh cinta dan resiko untuk sakit hati. Jika tidak siap menerima resiko keduanya, jelas saja kita lebih memilih untuk mencari tahu masa lalunya agar menjadi pelindung diri kita jika kita mengalami masalah dengannya. Hal ini cukup berbahaya karena kita tidak menaruh kepercayaan padanya. Padahal cinta kasih dilandaskan atas saling percaya bahwa masa lalu berbeda dengan masa kini. Masalahnya seseorang akan sulit menjalani hubungan apapun jika selalu mencari tahu masa lalu orang lain. Dirinya akan sulit mendapatkan cinta karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang hidupnya tanpa masa lalu yang buruk. Jadi, tidak perlu menjadi sempurna untuk hubungan cinta kasihmu. Jadilah percaya bahwa dirinya berbeda dengan yang dulu.

Kita Hidup Dimasa Kini Untuk Masa Depan

Tidak perlu mengungkit masa lalu karena kita hidup di masa kini. Kalimat tersebut merupakan penjelasan yang sangat jelas. Kita tidak hidup untuk masa lalu seseorang. Apa yang terjadi dulu telah berlalu tidak bisa diulang lagi untuk diperbaiki, tidak bisa juga kita paksa untuk dirinya selalu mengakui salahnya di masa lalu. Karena kesalahan di masa lalu pasti telah berupaya untuk diperbaikinya hingga tidak terulang lagi di masa kini. Lantas, kenapa kita masih sibuk mengungkit masa lalunya? Padahal dia sedang hidup di masa kini sebaik-baiknya.
Masa lalu merupakan bagian dari diri kita juga. Artinya saat masa lalunya buruk, belum tentu masa lalu kita juga lebih baik darinya. Jika kita tidak menerima dirinya karena masa lalunya, belum tentu orang lain nanti juga menerima kita akan masa lalu kita. Hidup begitu adil dengan Tuhan tidak mengungkap semua masa lalu seseorang. Tuhan menutup aib setiap manusia karena hanya dengan itulah kita bisa segera memperbaiki kesalahan di masa lalu. Ketidak sengajaan kita mengetahui fakta dirinya di masa lalu yang buruk merupakan cobaan bagi diri kita juga. Akankah kita memilih terus percaya terhadapnya, ataukah menyerah dan mencoba membina hubungan cinta kasih dengan yang lain? Itu semua kembali ke pilihan kita masing-masing. Namun, yakinlah bahwa kita hidup di masa kini. Jadi jika bisa berbahagia hari ini tanpa memusingkan masa lalu, kenapa tidak?

Cinta Itu Untuk Saling Mengisi Kekurangan Masing-masing

Ya, artinya mencintai pun untuk itu. Mengisi kekurangan masing-masing. Kekurangan yang telah terbentuk sejak masa lalu. Kekurangan yang telah dibawa sejak dulu. Agar sama-sama melihat kebaikan dalam diri. Agar sama-sama bisa belajar menerima kekurangan diri, menoleransi, dan juga mempercayai. Jika kamu mencari cinta yang sempurna, tanpa celah, tanpa kekurangan, akan percuma. Seumur hidup pun kita tidak akan menemui cinta itu. Kenapa kita harus mengisi kekurangan masing-masing? Karena sejatinya manusia akan selalu berusaha memperlihatkan dirinya yang terbaik. Sehingga kekurangannya patut kita tutupi dan perbaiki.
Tidak perlu mengungkit masa lalu. Kekurangannya di masa lalu bisa diperbaiki di masa kini. Tentu jika kamu mau membantunya untuk terus memperbaiki diri. Atau kamu lebih memilih menyalahkannya terus menerus karena masa lalunya? Lihat dari sudut pandang dirinya. Tentu kita juga tidak mau terus menerus disalahkan bukan atas kekurangan kita? Positiflah melihat keadaan yang sedang kamu jalani. Cinta memang rumit, tapi bisa disederhanakan jika terus memandang positif dirimu sendiri dan dirinya bahwa kalian hidup di masa sekarang.
Dari semua itu, tentu kembali pada diri kalian sendiri. Akankah sekarang mencoba percaya penuh terhadapnya, atau mencari cinta yang baru? Tentu dengan cinta yang baru kamu juga akan mendapati masa lalu yang kelam. Sama saja. Setiap orang punya masa lalu yang kelam. Terimalah dengan lapang dada, hati terbuka, dan toleransi. Karena bahagia itu dijalani bersama hari ini, bukan di masa lalu, dan juga bukan di masa depan. Tapi di hari ini.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.