Senin, 14 Maret 2016

Obat Galau Saat Melihat Mantan Sudah Menikah


Obat Galau Saat Melihat Mantan Sudah Menikah

Obat Galau Saat Melihat Mantan Sudah Menikah
Obat Galau Saat Melihat Mantan Sudah Menikah. Ya, siapa sih yang tidak punya mantan? Oh, banyak ya? Oke, tapi banyak juga kan yang punya mantan? Tentu. Dipastikan ada di antara mantan itu yang paling berkesan di hati. Ya kan? Karena sudah memberikan pengalaman menarik soal cinta, namun sayangnya kandas ditengah jalan tidak bisa sampai ke jenjang pernikahan. Putus hubungan memang menyakitkan. Tapi perjalanan cinta tidaklah berakhir sampai disitu. Tidaklah berakhir saat kita tahu, sang mantan malah mengundang kita ke pernikahannya. Sedih? Pasti. Tapi harus move on kan? Nah, beberapa hal yang harus kamu sadari tentang hal ini, dan juga cara move on yang tepat bagimu.

Relakan dan Berterima Kasihlah Padanya

Terkadang hubungan cinta kasih itu cukup menegaskan komunikasi dan status yang ada. Memang status sudah berpisah, putus, jadi mantan. Tapi hati berkata masih sayang. Saat mendapat undangan pernikahan mantan yang paling berkesan dalam hidup kita, cara terbaik adalah merelakannya bersama orang lain. Lalu berterima kasih pada diri sendiri sudah mau merelakan. Jika bisa, berterima kasih padanya sudah mengisi hari-hari dalam kehidupan. Melihat mantan sudah menikah memang menyakitkan. Apalagi saat kita datang ke pernikahannya, bersama teman-teman lama, yang juga tahu dulu kita punya hubungan spesial dengannya.
Pikiran pasti merasa hidup tidak adil. Tapi dengan sadar diri merelakan dan berterima kasih, maka kita sendiri paham, bahwa Tuhan telah memberikan pelajaran hidup melalui sang mantan. Yaitu cinta kasih pun bisa kandas, tidak ada yang abadi, dan juga kita akan bertemu dengan orang lain yang jauh lebih baik dari mantan yang mampu menyayangi dan memahami kita kelak. Sederhana bukan? Namun, merelakan butuh kejujuran. Butuh rasa kalah dalam diri. Butuh rasa menyerah mendengar cemoohan teman-teman saat kita datang ke pernikahannya. Intinya, yang terjadi terjadilah. Tidak ada yang bisa diperbuat jika sudah demikian. Logika sederhana sebagai obat anti galaunya, “belum tentu saat kita kembali jadian dengan mantan, dia jauh lebih baik dari yang kita perkirakan”. Karena putus hubungan tentu karena kita meliaht sisi negatif dari dirinya. Dan belum tentu sisi negatif itu hilang dari dirinya.

Masih Banyak Orang Yang Perlu Kita Bahagiakan

Siapa? Orangtua, adik, kakak, keluarga besar, teman terbaik, ya, masih banyak sekali orang yang perlu kita bahagiakan. Melihat mantan sudah menikah memang absurd. Pengen datang segan, tidak datang dikira tidak perduli. Serba salah. Seperti makan buah simalakama. Ya, pilihanmu seharusnya, datang saja. Berikan kado, kalau tidak bisa memberi kado sendiri. Buatlah patungan. Lalu pikirkanlah bahwa masih banyak orang yang butuh dengan kita. Masih banyak yang bisa kita bahagiakan segera. Terutama orangtua.
Tidak perlu mencari kambing hitam, bahkan balas dendam. Pernikahan itu sakral. Jangan sampai melihat mantan sudah menikah, kita juga ikut-ikutan segera melangsungkan pernikahan. Wah, bahaya kalau begitu. Hidup bukanlah kompetisi atau lomba lari. Pernikahan juga bukan untuk membalas sakit hati karena mantan. Bijaklah dalam bertindak. Tenangkan pikiran dan perasaanmu. Pernikahan memang dapat membahagiakan orangtuamu. Tapi tidak lantas terburu-buru juga karena mantan. Karena pernikahan itu untuk kebahagiaanmu juga. Dirimu bahagia, maka orangtuapun akan bahagia.

Masa Depan Masih Panjang, Harus Tetap Optimis

Ya, masih ada cita-cita yang bisa kamu raih. Masih banyak tempat yang bisa kamu kunjungi untuk liburan. Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menambah hobi baru. Masih banyak kegiatan yang bisa kamu kontribusikan pada masyarakat. Dan kamu juga masih bisa berkenalan lebih banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda juga. Artinya apa? Kamu masih punya masa depan walaupun kamu melihat mantan sudah menikah.
Banyak anak muda sekarang, beranjak dewasa, lalu mengakhiri hidup lantaran mendapati cinta yang masih disayanginya telah dipinang oleh orang lain. Sungguh disayangkan. Jangan buang-buang hidupmu hanya untuk satu cinta yang jelas bukan jodohmu. Segerakan saja cari aktifitas barumu, yang mampu membunuh rasa cintamu pada kekasih yang dulu. Jangan buang-buang waktumu. Dan satu lagi, jangan lepaskan kesempatanmu bertemu dengan kekasih baru. Jadi buka diri untuk yang baru. Cinta hanya butuh membiasakan diri untuk melihat kebaikan-kebaikan yang telah ditawarkan dan diberikan pada kekasih baru. Dirimu masih bisa bahagia kok. Masih bisa menapaki masa depan dengan senyuman.

Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga?

Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga?

Pacaran Lama-lama Membosankan
Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga? Ya tentu bisa saja. Persahabatan saja bisa ganti-ganti. Ya kan? Sahabat SD lain dengan sahabat SMP. Bisa jadi lain juga sahabat saat SMA dan saat kuliah. Jadi hubungan antar manusia itu dipastikan bisa menjemukkan dan membosankan. Bayangkan saja usia manusia pada zaman nabi dulu. Rata-rata lebih dari 100 tahun. Bayangkan jika bosan melanda kehidupan saat itu. Waduh, tidak bisa dipikirkan lagi deh betapa tersiksanya. Apalagi manusia zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Oke, kita tidak akan bicara yang dulu-dulu. Kita akan membicarakan yang sekarang.
Cinta itu semangatnya bisa memudar. Itu benar. Saat dulu PDKT tentu semangatnya lain dengan yang sudah 2 tahun pacaran. Saat dulu masih 2 tahun pacaran masih senang jalan-jalan malam minggu, memasuki tahun ke 4, setiap malam tetap bisa dinikmati berdua dan malam minggu jadi biasa saja. Saat dulu masih 1 tahun pacaran masih sering nonton ke bioskop dan ntraktir makan. Memasuki tahun ke 3 mulai penghematan, jarang ke bioskop dan makan di luar. Saat dulu masih sering meluangkan waktu bersama, sekarang sibuk mengejar impian dan cita-cita.

Rutinitas Tanpa Perubahan Berarti

Bayangkan setiap bulan, setidaknya nonton bioskop bareng pacar itu 2 kali. Nah, jalani saja selama setahun. Diyakini di tahun ke 2 menjadi membosankan. Memang filmnya berganti-ganti. Tapi aktifitasnya sama saja tanpa perubahan berarti. Tempatnya juga sama di situ-situ saja. Karena merasa nyaman tentunya. Jika mencari bioskop yang lain ditakutkan tidak nyaman dan menonton pun menjadi tidak seru. Itu baru rutinitas nonton bioskop. Lalu rutinitas makan di luar. Seperti diatas, saat kamu makan di malam minggu selama setahun bareng pacar. Dipastikan tahun kedua juga menjadi membosankan dan memilih hari lain selain malam minggu. Dengan mulai banyak berargumentasi seperti malam minggu macet, tempat makannya itu-itu saja, dan lain-lain.

Tidak Banyak Obrolan Menarik

Obrolan menarik tidak semenarik waktu PDKT dulu. Tidak semenarik waktu sama-sama ingin tahu diri masing-masing. Apalagi saat sudah kenal kedua orangtua masing-masing. Obrolan tidak menarik bisa diukur saat bertemu dan makan. Siapa yang lebih banyak bertanya dan memberikan topik obrolan. Dipastikan dialah yang paling sering mencoba untuk mencairkan suasana yang membosankan. Pihak lainnya hanya menimpali saja dan tidak merasa tertarik. Itulah alasan pacaran lama-lama membosankan juga. Apalagi yang mau dibahas? Belum lagi jika tidak ada ketertarikan sang kekasih untuk mengetahui minat diri kita. Semisal kita suka bola, pacar malah cuek, sehingga kita tidak bisa membicarakan bola dengan sang pacar. Atau sebaliknya, pacar suka sama K-Pop, kita tidak suka, juga akhirnya tidak ada yang merasa tertarik dengan minat satu sama lain, kebosanan pacaran pun terjadi. Banyak pasangan menganggap kekasihnya sibuk dengan dunianya, lebih mentingin hobinya, padahal memang karena tidak ada ketertarikan itulah menjadi kesan sang pacar sibuk dengan hobinya.

Tertarik Melihat yang Lain

Kebosanan dalam pacaran juga timbul saat memang sudah waktunya untuk berpisah, tapi belum ada kata putus. Pacaran 5 tahun misalnya, berakhirnya status pacaran cuma ada di 2 tindakan. Yaitu melanjutkan ke gerbang pernikahan atau sebaliknya, putus hubungan. Sahabatan? Sepertinya tidak. Hal itu untuk yang pacaran sudah sejak SMA, atau memang pacarnya itu dulu statusnya sahabat baiknya. Oke, lalu benarkah melihat yang lain terjadi ketertarikan? Ingat, secantik atau seganteng apapun kekasihmu, dirimu akan bosan juga melihatnya selama lebih dari 3 tahun terus menerus. Sehingga melihat yang lain menjadi lebih menarik dibandingkan melihat kekasih sendiri. Hal ini juga didukung karena tidak adanya hal baru yang dilakukan bersama. Rasa bosan datang begitu saja, mungkin sebenarnya butuh ke tempat wisata baru bersama. Atau memang membicarakan ujung dari status hubungan akan dibawa kemana.
Ya, pacaran lama-lama membosankan juga itu memang fakta. Pilihan tetap ada pada dirimu tentunya. Sudah menjadi dewasa jika kamu mampu mempertahankan pacaran lebih dari 3 tahun. Tentu jika kamu punya impian bersama untuk membina rumah tangga, segerakan saja dari pada bosan dan akhirnya putus dan menjalin cinta yang baru. Untuk menjalin cinta yang baru itu tidaklah mudah loh, dan butuh pengorbanan besar juga.
Pacaran Lama-lama Membosankan
Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga? Ya tentu bisa saja. Persahabatan saja bisa ganti-ganti. Ya kan? Sahabat SD lain dengan sahabat SMP. Bisa jadi lain juga sahabat saat SMA dan saat kuliah. Jadi hubungan antar manusia itu dipastikan bisa menjemukkan dan membosankan. Bayangkan saja usia manusia pada zaman nabi dulu. Rata-rata lebih dari 100 tahun. Bayangkan jika bosan melanda kehidupan saat itu. Waduh, tidak bisa dipikirkan lagi deh betapa tersiksanya. Apalagi manusia zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Oke, kita tidak akan bicara yang dulu-dulu. Kita akan membicarakan yang sekarang.
Cinta itu semangatnya bisa memudar. Itu benar. Saat dulu PDKT tentu semangatnya lain dengan yang sudah 2 tahun pacaran. Saat dulu masih 2 tahun pacaran masih senang jalan-jalan malam minggu, memasuki tahun ke 4, setiap malam tetap bisa dinikmati berdua dan malam minggu jadi biasa saja. Saat dulu masih 1 tahun pacaran masih sering nonton ke bioskop dan ntraktir makan. Memasuki tahun ke 3 mulai penghematan, jarang ke bioskop dan makan di luar. Saat dulu masih sering meluangkan waktu bersama, sekarang sibuk mengejar impian dan cita-cita.

Rutinitas Tanpa Perubahan Berarti

Bayangkan setiap bulan, setidaknya nonton bioskop bareng pacar itu 2 kali. Nah, jalani saja selama setahun. Diyakini di tahun ke 2 menjadi membosankan. Memang filmnya berganti-ganti. Tapi aktifitasnya sama saja tanpa perubahan berarti. Tempatnya juga sama di situ-situ saja. Karena merasa nyaman tentunya. Jika mencari bioskop yang lain ditakutkan tidak nyaman dan menonton pun menjadi tidak seru. Itu baru rutinitas nonton bioskop. Lalu rutinitas makan di luar. Seperti diatas, saat kamu makan di malam minggu selama setahun bareng pacar. Dipastikan tahun kedua juga menjadi membosankan dan memilih hari lain selain malam minggu. Dengan mulai banyak berargumentasi seperti malam minggu macet, tempat makannya itu-itu saja, dan lain-lain.

Tidak Banyak Obrolan Menarik

Obrolan menarik tidak semenarik waktu PDKT dulu. Tidak semenarik waktu sama-sama ingin tahu diri masing-masing. Apalagi saat sudah kenal kedua orangtua masing-masing. Obrolan tidak menarik bisa diukur saat bertemu dan makan. Siapa yang lebih banyak bertanya dan memberikan topik obrolan. Dipastikan dialah yang paling sering mencoba untuk mencairkan suasana yang membosankan. Pihak lainnya hanya menimpali saja dan tidak merasa tertarik. Itulah alasan pacaran lama-lama membosankan juga. Apalagi yang mau dibahas? Belum lagi jika tidak ada ketertarikan sang kekasih untuk mengetahui minat diri kita. Semisal kita suka bola, pacar malah cuek, sehingga kita tidak bisa membicarakan bola dengan sang pacar. Atau sebaliknya, pacar suka sama K-Pop, kita tidak suka, juga akhirnya tidak ada yang merasa tertarik dengan minat satu sama lain, kebosanan pacaran pun terjadi. Banyak pasangan menganggap kekasihnya sibuk dengan dunianya, lebih mentingin hobinya, padahal memang karena tidak ada ketertarikan itulah menjadi kesan sang pacar sibuk dengan hobinya.

Tertarik Melihat yang Lain

Kebosanan dalam pacaran juga timbul saat memang sudah waktunya untuk berpisah, tapi belum ada kata putus. Pacaran 5 tahun misalnya, berakhirnya status pacaran cuma ada di 2 tindakan. Yaitu melanjutkan ke gerbang pernikahan atau sebaliknya, putus hubungan. Sahabatan? Sepertinya tidak. Hal itu untuk yang pacaran sudah sejak SMA, atau memang pacarnya itu dulu statusnya sahabat baiknya. Oke, lalu benarkah melihat yang lain terjadi ketertarikan? Ingat, secantik atau seganteng apapun kekasihmu, dirimu akan bosan juga melihatnya selama lebih dari 3 tahun terus menerus. Sehingga melihat yang lain menjadi lebih menarik dibandingkan melihat kekasih sendiri. Hal ini juga didukung karena tidak adanya hal baru yang dilakukan bersama. Rasa bosan datang begitu saja, mungkin sebenarnya butuh ke tempat wisata baru bersama. Atau memang membicarakan ujung dari status hubungan akan dibawa kemana.
Ya, pacaran lama-lama membosankan juga itu memang fakta. Pilihan tetap ada pada dirimu tentunya. Sudah menjadi dewasa jika kamu mampu mempertahankan pacaran lebih dari 3 tahun. Tentu jika kamu punya impian bersama untuk membina rumah tangga, segerakan saja dari pada bosan dan akhirnya putus dan menjalin cinta yang baru. Untuk menjalin cinta yang baru itu tidaklah mudah loh, dan butuh pengorbanan besar juga.

Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini



Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini


Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini
Tidak Perlu Mengungkit Masa Lalu, Kita Hidup Dimasa Kini. Tidak seorangpun mau masa lalunya diungkit-ungkit. Apalagi jika dirinya sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya. Dulu mungkin seorang remaja laki-laki, suka merokok, ngumpul dengan geng motornya, melakukan tindakan pelanggaran. Kemudian 3 tahun sesudahnya dia berubah, sayangnya dia bertemu dengan teman-teman yang mengenalnya dulu sebagai seorang remaja yang nakal dan masa lalunya diungkit kembali. Bagaimana perasaannya? Dapat dipastikan dirinya akan terus menghindar dari teman-temannya yang tidak mengenalnya sekarang. Akan jemu, jengah, dan enggan bertemu dengan teman-temannya yang selalu menyinggung masa lalunya yang kelam.
Begitu juga dengan hubungan cinta kasih. Kekasihmu yakin, tidak perlu mengungkit masa lalu, karena kita hidup dimasa kini. Kenapa kita selalu ingin tahu soal masa lalu seseorang dan bagaimana agar kita tetap optimis dengan masa lalu dirinya yang terlanjur kita ketahui? Baca dibawah ini penjelasannya ya.

Karena Kita Selalu Ingin Sempurna

Secara tidak sadar, hubungan cinta kasih sejoli akan selalu diupayakan untuk tidak mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Sehingga setiap orang akan membawa standar cinta kasih dari sebelumnya. Jika dirinya dulu dikhianati karena mantannya dulu malah berselingkuh, maka dengan yang sekarang pun akan diupayakan sang kekasih tidak berselingkuh. Walau di masa lalunya mungkin kekasihnya sekarang adalah seorang peselingkuh, jika dirinya tahu kenyataan masa lalu itu, jelas dirinya tidak akan mudah merelakan kenyataan itu. Mudah diduga masa lalu akan selalu diungkit jika terjadi permasalahan diantara keduanya.
Kita selalu ingin sempurna, minimal jauh lebih baik. Tapi hubungan cinta kasih sejatinya penuh resiko. Resiko untuk jatuh cinta dan resiko untuk sakit hati. Jika tidak siap menerima resiko keduanya, jelas saja kita lebih memilih untuk mencari tahu masa lalunya agar menjadi pelindung diri kita jika kita mengalami masalah dengannya. Hal ini cukup berbahaya karena kita tidak menaruh kepercayaan padanya. Padahal cinta kasih dilandaskan atas saling percaya bahwa masa lalu berbeda dengan masa kini. Masalahnya seseorang akan sulit menjalani hubungan apapun jika selalu mencari tahu masa lalu orang lain. Dirinya akan sulit mendapatkan cinta karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang hidupnya tanpa masa lalu yang buruk. Jadi, tidak perlu menjadi sempurna untuk hubungan cinta kasihmu. Jadilah percaya bahwa dirinya berbeda dengan yang dulu.

Kita Hidup Dimasa Kini Untuk Masa Depan

Tidak perlu mengungkit masa lalu karena kita hidup di masa kini. Kalimat tersebut merupakan penjelasan yang sangat jelas. Kita tidak hidup untuk masa lalu seseorang. Apa yang terjadi dulu telah berlalu tidak bisa diulang lagi untuk diperbaiki, tidak bisa juga kita paksa untuk dirinya selalu mengakui salahnya di masa lalu. Karena kesalahan di masa lalu pasti telah berupaya untuk diperbaikinya hingga tidak terulang lagi di masa kini. Lantas, kenapa kita masih sibuk mengungkit masa lalunya? Padahal dia sedang hidup di masa kini sebaik-baiknya.
Masa lalu merupakan bagian dari diri kita juga. Artinya saat masa lalunya buruk, belum tentu masa lalu kita juga lebih baik darinya. Jika kita tidak menerima dirinya karena masa lalunya, belum tentu orang lain nanti juga menerima kita akan masa lalu kita. Hidup begitu adil dengan Tuhan tidak mengungkap semua masa lalu seseorang. Tuhan menutup aib setiap manusia karena hanya dengan itulah kita bisa segera memperbaiki kesalahan di masa lalu. Ketidak sengajaan kita mengetahui fakta dirinya di masa lalu yang buruk merupakan cobaan bagi diri kita juga. Akankah kita memilih terus percaya terhadapnya, ataukah menyerah dan mencoba membina hubungan cinta kasih dengan yang lain? Itu semua kembali ke pilihan kita masing-masing. Namun, yakinlah bahwa kita hidup di masa kini. Jadi jika bisa berbahagia hari ini tanpa memusingkan masa lalu, kenapa tidak?

Cinta Itu Untuk Saling Mengisi Kekurangan Masing-masing

Ya, artinya mencintai pun untuk itu. Mengisi kekurangan masing-masing. Kekurangan yang telah terbentuk sejak masa lalu. Kekurangan yang telah dibawa sejak dulu. Agar sama-sama melihat kebaikan dalam diri. Agar sama-sama bisa belajar menerima kekurangan diri, menoleransi, dan juga mempercayai. Jika kamu mencari cinta yang sempurna, tanpa celah, tanpa kekurangan, akan percuma. Seumur hidup pun kita tidak akan menemui cinta itu. Kenapa kita harus mengisi kekurangan masing-masing? Karena sejatinya manusia akan selalu berusaha memperlihatkan dirinya yang terbaik. Sehingga kekurangannya patut kita tutupi dan perbaiki.
Tidak perlu mengungkit masa lalu. Kekurangannya di masa lalu bisa diperbaiki di masa kini. Tentu jika kamu mau membantunya untuk terus memperbaiki diri. Atau kamu lebih memilih menyalahkannya terus menerus karena masa lalunya? Lihat dari sudut pandang dirinya. Tentu kita juga tidak mau terus menerus disalahkan bukan atas kekurangan kita? Positiflah melihat keadaan yang sedang kamu jalani. Cinta memang rumit, tapi bisa disederhanakan jika terus memandang positif dirimu sendiri dan dirinya bahwa kalian hidup di masa sekarang.
Dari semua itu, tentu kembali pada diri kalian sendiri. Akankah sekarang mencoba percaya penuh terhadapnya, atau mencari cinta yang baru? Tentu dengan cinta yang baru kamu juga akan mendapati masa lalu yang kelam. Sama saja. Setiap orang punya masa lalu yang kelam. Terimalah dengan lapang dada, hati terbuka, dan toleransi. Karena bahagia itu dijalani bersama hari ini, bukan di masa lalu, dan juga bukan di masa depan. Tapi di hari ini.

hidup itu harus disyukuri


Hidup Itu Harus Disyukuri


Hidup Itu Harus Disyukuri
Hidup Itu Harus Disyukuri. Banyak yang mengeluh, mendapati hidup tidak sesuai dengan jalan hidupnya. Banyak yang mengeluh kalau dia lebih miskin dari pada temannya. Banyak keluhan setiap hari hingga lupa untuk bersyukur pada Tuhan. Hidup bahagia adalah kesederhanaan. Atau memaksimalkan kekayaan untuk kepentingan orang banyak. Menjadi lebih bermanfaat. Di zaman sekarang, hal itu sulit ditemui. Karena setiap orang ingin menjadi lebih hebat dari yang lain. Padahal, kita semua punya peran yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Entah itu kaya atau miskin, selalu bisa berubah di esok hari. Terpenting adalah untuk bisa tetap mensyukuri hidup dengan maksimal. Jangan sampai diri ini lelah sampai tua tetap mengejar dunia, sampai lupa pada kebahagiaan sejati yaitu akhirat. Mulailah dari sekarang, jangan panas mendengar kata orang. Jangan mudah emosi mendengar hinaan orang terhadap diri kita. Tetaplah syukuri maka bahagialah dirimu.

berbagi senang dan duka bersama sahabat



Berbagi Senang dan Duka Bersama Sahabat


Berbagi Senang dan Duka Bersama Sahabat
Berbagi Senang dan Duka Bersama Sahabat. Semalam setidaknya saya berkumpul bersama 2 orang sahabat baik. Teman lama semenjak sekolah dari SD hingga SMA yang akhirnya kita berkumpul lagi selepas kuliah. Dulu sibuk dengan dunia pendidikan masing-masing, mengejar sarjana untuk mencapai cita-cita yang diimpikan. Tapi kami tetap tidak lupa untuk berkumpul dan berbagi cerita. Sekedar duduk ngobrol minum kopi atau coklat panas. Lantas melepas penat berbagi bahagia atau duka. Tidak jarang, kita terhindar dari stress dan gamang atau bimbang dalam hidup dengan cara berbagi cerita. Tidak sekedar cerita suka tapi juga duka. Berbagi cerita tidak perlu sampai meminta saran. Kadang kita cuma butuh untuk didengarkan.
Kita sendiri jika merasa sedih, setidaknya mencari berbagai cara untuk mengusir dan menghilangkan kesedihan. Dari melakukan hobi atau minat yang kita sukai. Jalan-jalan ke tempat wisata. Sampai bercerita dengan orangtua dan teman-teman. Untuk pilihan terakhir setidaknya kita harus dengan tegas memilih dan memilah siapa orang yang tepat untuk kita ajak bercerita. Setidaknya, seorang teman atau sahabat. Kalau perlu mereka yang tidak terkait langsung dengan apa yang kita keluhkan. Seperti duka tentang dunia kerja, bercerita pada rekan kerja bisa menjadi senjata makan tuan. Bisa jadi dia malah keceplosan bercerita dengan teman kerja lainnya yang nantinya melaporkan pada atasan. Kita bisa kena masalah baru. Duka tentang percintaan, tentu tidak kita bercerita pada teman yang juga dekat dengan kekasih kita.
Perlukah kita bercerita tentang duka pada seorang teman? Perlu. Selama bukan aib yang memalukan. Kita tentu bisa menilai seberapa buruk pengalaman untuk diceritakan. Kadang juga ada yang perlu dipendam sendiri. Sebagian orang menuliskannya pada buku diari. Sebagian pada blog dengan nama tokoh disamarkan. Bahkan sebagian lainnya mampu menjadikannya kisah novel yang menarik. Dengan menceritakan pada seorang sahabat, atau teman dekat, kita telah berusaha membuka diri agar teman dekat kita itu mampu bertindak layaknya seorang yang perduli. Ingat, orang lain tidak perduli bukan karena mereka memang tidak perduli. Tapi memang karena mereka tidak mengetahui apa yang menjadi cobaan hidup kita.
Dengan mempercayai teman dekat mengetahui kondisi hidup yang kita jalani, maka mereka merasa dipercayai. Setidaknya, mereka akan mau menceritakan apa yang mereka keluh kesahkan disuatu hari nanti. Hampir setiap orang kenalan (bukan teman dekat) akan berusaha meminta saran dan kritik pada kita dengan cara mereka menceritakan apa yang menjadi keluh kesahnya. Tapi tidak berarti setiap orang bisa menjadi tempat cerita untuk kesedihan kita. Selain teman, orangtua juga bisa menjadi tempat kita berkeluh kesah. Namun, tentu dalam arti yang mendewasakan. Tidak sekedar bersedih dan bingung. Jelaskan secara rinci, minta pendapat mereka yang bijaksana. Kedekatan kita dengan orangtua bisa dimulai dari apa yang menjadi duka yang kita rasakan.
Orang yang kita percayai selanjutnya bisa jadi seorang guru, dosen, mentor, atau orang lain yang kita anggap lebih bijaksana dalam mendengarkan keluh kesah kita dan juga dapat dimintai nasihat dengan baik. Bisa saja senior di kampus. Atau kakak kelas. Bahkan saudara kita yang lebih tua semisal kakak. Adik pun juga bisa kita ajak mengobrol masalah yang kita resahkan. Walau memang mungkin kita merasa kurang nyaman. Karena kita membuka kelemahan diri pada yang lebih muda. Tapi, sekali lagi, ini untuk membuat hati dan pikiran kita terbuka. Tidak lagi merasa galau, karena bercerita, berbagi sedih, adalah jalan terbaik untuk mendapatkan berbagai macam alasan yang logis yang seharusnya kita pikirkan.
Ya, malam itu diakhiri dengan semangat dan motivasi bersama. Intinya, selalu ada cara untuk tidak sekedar berbagi canda tawa jika berkumpul bersama teman. Tapi juga kesedihan agar bisa saling mendukung untuk menghadapi kehidupan di masa depan yang lebih baik lagi.

berfikir sederhana ,maka hidupmu mudah


Berpikir Sederhana, Maka Hidupmu Mudah

Berpikir Sederhana, Maka Hidupmu Mudah
Berpikir Sederhana, Maka Hidupmu Mudah. Oke, banyak orang ingin sekali hidup mudah. Sayangnya, cara berpikirnya tidak mudah. Banyak orang ingin sekali hidup tanpa banyak masalah tapi banyak maunya. Banyak orang ingin sekali hidup tanpa stress tapi banyak yang mencemaskan masa depannya. Hidup jika ingin mudah, berpikir sederhana. Itu saja. Benarkah? Ya.
Salah satu cara menjalani hidup adalah dengan cara hidup tanpa banyak berpikir yang tidak perlu. Sama-sama orang miskin, tapi ada yang menikmati hidupnya ada juga yang tiap hari mengeluh tidak ada habisnya. Tentu yang pertama hidupnya lebih mudah. Tidak banyak dipikirkan, tidak banyak yang dirisaukan. Tidak marah atas keadaan hidupnya yang miskin tidak juga pula iri dengan mereka yang kaya. Orang kedua tentu hidupnya jauh lebih tidak mudah. Karena dari dirinya sendiri saja, pikirannya sudah menghalanginya untuk mencapai kemudahan hidup. Mengeluh malah mendatangkan emosi negatif, marah, iri, dan yang benar-benar melelahkan hati setiap hari. Akhirnya lupa untuk bersyukur terhadap diri sendiri.
Nah, ini memang tidak bisa dipahami satu arah. Kamu berpikir sederhana, ya langsung begitu saja hidupmu mudah. Tentu tidak demikian. Artinya, kamu tidak perlu mencemaskan hal yang belum terjadi itu secara berlebihan. Seorang mahasiswa tingkat akhir, kuliah sudah melewati 5 tahun, skripsi tidak selesai-selesai karena pikirannya tidak sederhana. Selain ingin skripsinya sempurna (hampir tidak mungkin), dia juga selalu cemas soal masa depan. Soal pekerjaan yang tersedia saat dia lulus karena usianya tidak lagi muda, saat lulus nanti apakah bisa mencari jodoh. Semakin banyak yang kita pikirkan, kita tidak bisa fokus untuk hari ini. Buruknya, itulah yang menguras perhatian kita untuk lalai dalam memaksimalkan hari ini. Jika begitu terus dipastikan hidupnya dimasa depan juga tidak mudah. Karena sudah banyak waktu yang dihabiskannya karena berpikir tidak sederhana. Yaitu selesaikan saja skripsinya dulu.
Ya, banyak kasus serupa. Lalu bagaimana dengan mereka yang ingin memulai usaha baru, menjalani bisnis, atau bekerja, sudah mendapati apa yang diinginkan, tapi tidak mau untuk jatuh bangkrut begitu saja. Tidak mau diphk karena kinerja kurang baik. Sama saja. Semakin cemas kita pada masa depan, semakin kita tidak berpikir sederhana untuk memaksimalkan saja hari ini, maka dipastikan kita tidak bisa mempertahankan apa yang sudah kita raih.
Seorang anak muda mencoba jualan kaos, tapi khawatir desainnya ada yang meniru. Khawatir kalau kaosnya tidak laku mau dijual kemana lagi. Khawatir kalau sudah menghabiskan jutaan rupiah untuk promosi tetap tidak ada yang mau beli. Dan kekhawatiran lainnya yang akhirnya, membuatnya berhenti untuk mencoba. Seorang anak muda baru diterima kerja, menerima kenyataan gajinya lebih rendah daripada rekan kerjanya yang sama-sama baru masuk. Lalu cemas apakah gajinya bisa naik. Cemas apakah dia harus pindah ke perusahaan lain atau tidak. Cemas bagaimana nanti apakah dia bisa naik pangkat, jenjang karir meningkat, atau tidak. Ya, akhirnya hari-hari dijalani tanpa bekerja maksimal. Malah membuatnya mendapat beberapa peringatan dari atasan.
Pernah dengar kalimat motivasi berbunyi, “JUST DO IT!” ? Jika pernah, maka kamu seharusnya paham akan hal ini. Berpikirlah sederhana, maka hidupmu mudah. Maka kamu tidak perlu mengkhawatirkan hari esok. Jalani saja semaksimal mungkin hari ini. Lihat saja penelitian sukses tentang inovasi alat modern. Semua ditemukan dengan tujuan untuk memudahkan hidup manusia. Menyederhanakan hal yang sulit. Dari handphone, penanak nasi, televisi, kendaraan, setlika, sampai rumah pun semakin modern, semakin sederhana, semakin mudah digunakan.
Jadi, masihkah harus berpikir rumit-rumit sekarang? Ingat, ini bukan berarti kamu harus hidup mengikuti arus. Tapi hiduplah saat ini, bukan di masa lalu atau di masa depan. Hiduplah semaksimal mungkin hari ini. Maka kamu akan merasakan hidup itu sebenarnya mudah dijalani. Tanpa stress, tanpa cemas, tanpa khawatir. Toh kalau hidupmu maksimal hari ini, positif dan bermanfaat, tidak diragukan lagi esok hari menjadi hasil dari hidupmu hari ini. Esok yang lebih membahagiakan.

Sabtu, 13 Februari 2016

KENAPA KITA HARUS BERSHOLAWAT KEPADA NABI SAW.

KENAPA KITA HARUS BERSHOLAWAT KEPADA NABI SAW.

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum wr. wb,
Ustadz, sebagaimana yang menjadi keyakinan kita sebagai umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW. itu adalah orang yang ma’shum, yang terjaga dari segala dosa, dan Allah SWT. sudah menjamin bahwa beliau adalah manusia pertama yang akan masuk surga. Lalu kenapa kita diperintahkan untuk selalu bersholawat kepada beliau, bahkan dalam setiap sholat yang kita lakukan kita selalu diwajibkan untuk selalu bersholawat kepada beliau?. Bukankah sebenarnya kita lebih perlu terhadap semua sholawat dan salam itu agar bisa selamat dan masuk surga karena kita tidak pernah lepas dari dosa dan khilaf? Mohon penjelasannya ustadz.
Hamba Allah.
Jawab:
Wa’alaikumsalam wr. wb,
Yang perlu kita pahami terlebih dulu adalah bahwa bersholawat kepada Nabi SAW. itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT., dan Allah SWT. memerintahkan kepada hambanya yang beriman untuk selalu bersholawat kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. pada setiap kesempatan. Allah SWT. berfirman:
إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab [33]: 56).
Rasulullah SAW. juga mengajarkan dan menganjurkan kepada umatnya untuk selalu bersholawat kepadanya, dan beliau juga menjelaskan pahala dan balasan bagi orang yang bersholawat kepadanya. Di antaranya adalah:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ، أَنَّ ّرَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh, akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan dia akan diangkat sepuluh derajat.” (HR. Al-Nasa`i).
Sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. kepada umat Islam tentunya kita sebagai hamba harus mentaati perintah tersebut dan melaksanakannya dengan penuh keikhlasan agar kita mendapatkan pahala dan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT. sebagaimana yang dijanjikan-Nya.
Dan sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT. tentunya kebaikan dan keutamaan bersholawat itu akan kembali kepada orang yang melakukannya dengan penuh keikhlasan, dan bukan hanya untuk Nabi SAW. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi SAW. di atas. Dimana jika seseorang bersholawat kepada Nabi SAW. sekali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.
Nabi SAW. diutus oleh Allah SWT. kepada umat manusia sebagai rahmat dan pembawa hidayah yang menunjukkan manusia jalan menuju Allah SWT. serta menyelamatkan mereka dari kegelapan jahiliyyah menuju cahaya Islam. Dengan hal itu, tentunya Nabi punya jasa yang sangat besar bagi umat manusia sehingga sudah sepantasnya mereka bersyukur kepada Allah SWT. atas rahmat yang besar itu, dan mengungkapkan rasa terima kasih itu dengan selalu bersholawat kepada Nabi SAW.
Jika seseorang selalu menyebut-nyebut orang yang berjasa kepadanya dalam urusan dunia seperti guru yang mengajarkannya ilmu, dokter yang menyembuhkan penyakitnya atas izin Allah SWT. atau dermawan yang membantunya ketika dalam kesulitan, tentunya jasa Nabi SAW. yang merupakan sebab kebahagiannya di dunia dan dia akhirat lebih besar dan lebih mulia dari semua itu. Maka sudah seharusnya kita selalu bersholawat kepada Nabi SAW. di setiap kesempatan.
Syaikh Abdurrahman al-Sa’di dalam tafsirnya terhadap ayat 56 dari surat al-Ahzab di atas menjelaskan bahwa sholawat dan salam yang kita lakukan kepada Nabi SAW. itu merupakan amalan mengikuti Allah SWT. dan para malaikat-Nya, sebagai balasan terhadap jasa-jasa Nabi SAW. terhadap kita, sebagai penyempurnaan akan keimanan kita, pengagungan terhadap Nabi SAW, pengungkapan rasa cinta dan hormat kepada beliau, sebagai penambah amal kebaikan dan penghapus kesalahan kita.
Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya Jala` al-ifham fi fadhl al-sholat wa al-salam ‘ala khair al-anam menjelaskan bahwa Allah SWT. memerintahkan orang beriman untuk bersholawat kepada Nabi SAW. setelah memberitahukan bahwa Dia dan para malaikatnya bersholawat kepada beliau, hal itu berarti bahwa jika Allah SWT. dan para malaikatnya saja bersholawat kepada Nabi SAW., maka kamu sekalian lebih berhak dan patut untuk selalu bersholawat dan salam kepadanya atas apa yang telah kamu dapatkan dari berkah risalahnya.
Semoga kita termasuk orang selalu bersholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. sehingga Allah SWT. juga selalu bersholawat untuk kita, menghapuskan segala kesalahan kita dan meninggikan derajat kita..amienn.
Wallahu a’lam bish shawab..

Hukum Valentine dalam Islam

Merayakan Hari Saint Valentine itu Haram bagi Ummat Islam


Akibat ValentineSaat ini mulai banyak Muslim Indonesia (terutama remaja dan pemudanya) yang merayakan Hari “Kasih Sayang” Saint Valentine (Valentine’s Day). Dengan pacarnya mereka berpegangan mesra bahkan lebih dari itu. Di Barat sendiri, kaum remaja dan pemuda kafir (misalnya SMA atau Perguruan Tinggi) biasa mengadakan Pesta Perayaan Hari St Valentine. Biasanya mereka berpasangan pria dan wanita. Kadang ada kamar khusus untuk berzinah. Bisa juga mereka melakukan perzinahan usai pesta Valentine tersebut.
Dari situ kita tahu bahwa Hari St Valentine itu lebih kepada hawa nafsu atau maksiat perzinahan. Bukan kasih sayang! Itu satu budaya kafir yang buruk yang tidak pantas ditiru!
Islam mengajarkan kita untuk menjalin Silaturrahim. Tali Kasih Sayang. Membantu sesama seperti menolong fakir miskin dan menyantuni anak yatim. Dan itu dilakukan setiap hari mulai dari mengucapkan salam kepada sesama saat bertemu dan menebar senyum. Tak terbatas kepada wanita pasangannya. Dalam Islam kita dilarang mendekati perbuatan zina.
Sementara Hari Raya Saint Valentine itu cuma setahun sekali. Itu pun umumnya ke pacarnya/pasangannya yang mengarah pada perbuatan mesum/zinah. Jika sudah hamil, “kekasih” bisa tak bertanggung-jawab. Bisa menggugurkan/membunuh kandungan. Ada juga gadis yang bunuh diri karena tak dinikahi padahal terlanjur hamil. Ada pula yg membunuh pacarnya karena tak mau menikahi saat sudah berzina 
Dalam Islam ada ajaran Silaturrahim/menjalin tali kasih sayang yang tulus. Namun dilarang mendekati zinah sehingga kasih itu benar2 tulus. Bukan nafsu…Jadi beda dengan ajaran Islam.
Seorang teman berkata: Daripada Palentinan mendingan Pengantenan (Menikah)!
Merayakan Valentine itu Haram karena Mendekati Perzinahan/Berzinah
Dengan merayakan Valentine bersama pacar yang bukan muhrimnya, itu sama dengan mendekati zina:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Jangankan berzinah, sekedar menyentuh atau berpegangan tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya saja siksanya melebihi daripada ditusuk dengan jarum besi kepalanya:
“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 168

8 manfaat belajar al quran

Manfaat Baca Al-Quran

 Al Quran sebagai wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW yang menjadi pedoman bagi setiap umat manusia sebagai pedoman hidup guna menunjukkan kepada jalan kebaikan dan kebenaran, mengingatkan manusia agar berpegang teguh pada Al Quran untuk selamat di Dunia dan Akhirat. Jika suatu buku memiliki suatu nilai manfaat dari setiap isinya, maka alquran banyak memiliki manfaat dan menjadi tuntunan hidup atau pegangan manusia dalam hidup didunia. Bahkan Al Quran memiliki keistimewaan bagi setiap orang yang membacanya, bahkan dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
” Ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Bahkan dari tiap 1 ayat yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. Karena keistimewaan Al Quran mampu membuat hidup manusia menjadi aman dan tentram.
Berikut ini sepenggalan manfaat mempelajari, membaca dan mengamalkan Al Quran, diantaranya adalah :
1. Dari tiap ayat Al Quran yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya
2. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia untuk menuntun kepada jalan kebaikan, kebenaran dan keselamatan
3. Al Quran sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membacanya
4. Al Quran mampu memotivasi diri dan pemberi semangat
5. Al Quran sebagai sebuah peringatan besar dan teguran akan sifat dan perilaku manusia
6. Al Quran sebagai pelebur segala emosi dan amarah yang mampu mendamaikan dan memberi ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau digambarkan seperti halnya yang terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah
7. Al Quran sebagai sarana komunikasi diri dengan Allah SWT
8. Al Quran sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT

manfaat belajar

MANFAAT BELAJAR

MANFAAT BELAJAR
Mendengar kata belajar mungkin sudah tidak terasa asing lagi di telinga semua orang yang hamper membuat kebanyakan orang menjadi “ALERGI” untuk mendengarnya. Karena yang terbayang dibenak semua orang adalah setumpuk buku-buku yang ada di hadapan mereka untuk dibaca dan dipelajari semuanya, yang akan menjadi membosankan. Kenapa orang-orang trsebut merasa bosan dengian orang-orang tersebut yang berasumsi bahwa mereka sudah lama lulus sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang seperti itu berfikir demikian karena mereka tidak melihat atupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatn “belajar”.
Dalam dunia usaha kata belajar itu sangat menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku usaha akan terasa bahwa usahanya akan jauh tertinggal dan tersingkirkan dari persaingan, karena dengan belajar menumbuhkan inovasi, inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam usaha. Belajar juga harus membutuhkan waktu yang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari pesaing-pesaing, agar usaha yang dijalankan berjalan dengan pesat. Dengan belajar inilah melahirkan manfaat-manfaat yang bias diambil, diantaranya adalah :
• Dengan belajar dapat menumbuhkan kebiasaan pada diri orang tersebut.
• Dengan belajar dapat menumbuhkan motifasi pada diri orang tersebut dan dapat menjadikan seseorang sukses.
• Dengan belajar akan menambah banyak ilmu pengetahuan.
• Dapat menjadi orang yang diperlukan bagi lingkungan kita.
• Dapat menambah keterampilan pada diri kita.
Dengan belajar inilah akam menghasilkan sesuatu yang lebih baik pula. Prinsip dari belajar itu sendiri adalah komitmen. Komitmen secara fisik, mental dan emosional. Komitmen fisik itu adalah menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat scara fisk dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang didapat dalam belajar. Komitmen secara mental memprose informasi yang didapatkan(bukan skedar mendengar informasi selintas dengan dakuping kiri ke kuping kanan saja). Komitmen secara emosional adalah dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam belajar pelajaran maupun sesulit apapun

HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN

HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN
  1. PENDIDIKAN ANAK
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ كَمَا تَنَاتَجُ الْإِبِلُ مِنْ بَهِيمَةٍ جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّ مِنْ جَدْعَاءَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ (رواه أبو داود)[1]
Artinya :
Menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi dari Malik dari Abi Zinad dari Al–A’raj dari Abu Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda : “Setiap bayi itu dilahirkan atas fitroh maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasroni sebagaimana unta yang melahirkan dari unta yang sempurna, apakah kamu melihat dari yang cacat?”. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapat tuan mengenai orang yang mati masih kecil?” Nabi menjawab: “Allah lah yang lebih tahu tentang apa yang ia kerjakan”. (H.R. Abu Dawud)
 KANDUNGAN HADITS
Setiap anak dilahirkan atas fitrohnya yaitu suci tanpa dosa, dan apabila anak tersebut menjadi yahudi atau nasrani, dapat dipastikan itu adalah dari orang tuanya. Orang tua harus mengenalkan anaknya tentang sesuatu hal yang baik yang harus dikerjakan dan mana yang buruk yang harus ditinggalkan. Sehingga anak itu bisa tumbuh berkembang dalam pedndidikan yang baik dan benar.
Dalam proses pendidikkan anak ini, adakalanya orang tua bersikap keras dalam mendidik anak. Contohnya, pada umur tujuh tahun orang tua mengingatkan anaknya untuk melakukan sholat dan pada saat umur sepuluh tahun, orang tua boleh memukulnya ketika sianak tersebut tidak mengerjakan sholat.
Ketika anak tersebut oleh orang tuanya dijadikan seorang muslim maka anak tersebut harus menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang muslim. Salah satunya adalah berbakti kepada kedua orang tuanya seperti firman Allah SWT.
“dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya”. (Q.S Al-ankabuut).
Alangkah tepat andai firman Allah tersebut kita baca berulang-ulang dan kita renungkan dalam-dalam. Sehingga Allah berkenan mengaruniakan cahaya hidayahnya kepada kita, mengaruniakan kesanggupan untuk mengoreksi diri dan mengaruniakan kesadaran untuk bertanya: “Telah seberapa besarkah kita memuliakan ibu bapak?”. Boleh jadi kita sekarang mulai mengabaikan orang tua kita. Bisa saja saat ini mereka tengah memeras keringat banting tulang mencari uang agar studi kita sukses. Sementara kita sendiri mulai malas belajar dan tidak pernah menyesal ketika mendapatkan nilai yang pas-pasan. Bahkan, dalam shalat lima waktunya atau tahajudnya mereka tak pernah lupa menyisipkan doa bagi kebaikan kita anak-anaknya.
Tetapi, berapa kalikah dalam sehari semalam kita mendoakannya? Shalat saja kita sering telat dan tidak khusyuk Rasulullah SAW menempatkan ibu “tiga tingkat” di atas bapak dalam hal bakti kita pada keduanya. Betapa tidak, sekiranya saja kita menghitung penderitaan dan pengorbanan mereka untuk kita, sungguh tidak akan terhitung dan tertanggungkan. Orang bijak mengatakan, “Walau kulit kita dikupas hingga telepas dari tubuh tidak akan pernah bisa menandingi pengorbanan mereka kepada kita.”
Jadi orang tua itu berperan penuh dalam proses mendidik anaknya, apabila anak itu sampai tidak mengenal agama (mengenal Allah) maka itu merupakan kelalaian orang tua.


Sumber ; https://pkbmdaruttaklim.wordpress.com/2012/10/31/kumpulan-hadits-tentang-pendidikan/
Diberdayakan oleh Blogger.