Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga?
Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga?
Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga? Ya tentu bisa saja. Persahabatan saja bisa ganti-ganti. Ya kan? Sahabat SD lain dengan sahabat SMP. Bisa jadi lain juga sahabat saat SMA dan saat kuliah. Jadi hubungan antar manusia itu dipastikan bisa menjemukkan dan membosankan. Bayangkan saja usia manusia pada zaman nabi dulu. Rata-rata lebih dari 100 tahun. Bayangkan jika bosan melanda kehidupan saat itu. Waduh, tidak bisa dipikirkan lagi deh betapa tersiksanya. Apalagi manusia zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Oke, kita tidak akan bicara yang dulu-dulu. Kita akan membicarakan yang sekarang.
Cinta itu semangatnya bisa memudar. Itu benar. Saat dulu PDKT tentu semangatnya lain dengan yang sudah 2 tahun pacaran. Saat dulu masih 2 tahun pacaran masih senang jalan-jalan malam minggu, memasuki tahun ke 4, setiap malam tetap bisa dinikmati berdua dan malam minggu jadi biasa saja. Saat dulu masih 1 tahun pacaran masih sering nonton ke bioskop dan ntraktir makan. Memasuki tahun ke 3 mulai penghematan, jarang ke bioskop dan makan di luar. Saat dulu masih sering meluangkan waktu bersama, sekarang sibuk mengejar impian dan cita-cita.
Rutinitas Tanpa Perubahan Berarti
Bayangkan setiap bulan, setidaknya nonton bioskop bareng pacar itu 2 kali. Nah, jalani saja selama setahun. Diyakini di tahun ke 2 menjadi membosankan. Memang filmnya berganti-ganti. Tapi aktifitasnya sama saja tanpa perubahan berarti. Tempatnya juga sama di situ-situ saja. Karena merasa nyaman tentunya. Jika mencari bioskop yang lain ditakutkan tidak nyaman dan menonton pun menjadi tidak seru. Itu baru rutinitas nonton bioskop. Lalu rutinitas makan di luar. Seperti diatas, saat kamu makan di malam minggu selama setahun bareng pacar. Dipastikan tahun kedua juga menjadi membosankan dan memilih hari lain selain malam minggu. Dengan mulai banyak berargumentasi seperti malam minggu macet, tempat makannya itu-itu saja, dan lain-lain.Tidak Banyak Obrolan Menarik
Obrolan menarik tidak semenarik waktu PDKT dulu. Tidak semenarik waktu sama-sama ingin tahu diri masing-masing. Apalagi saat sudah kenal kedua orangtua masing-masing. Obrolan tidak menarik bisa diukur saat bertemu dan makan. Siapa yang lebih banyak bertanya dan memberikan topik obrolan. Dipastikan dialah yang paling sering mencoba untuk mencairkan suasana yang membosankan. Pihak lainnya hanya menimpali saja dan tidak merasa tertarik. Itulah alasan pacaran lama-lama membosankan juga. Apalagi yang mau dibahas? Belum lagi jika tidak ada ketertarikan sang kekasih untuk mengetahui minat diri kita. Semisal kita suka bola, pacar malah cuek, sehingga kita tidak bisa membicarakan bola dengan sang pacar. Atau sebaliknya, pacar suka sama K-Pop, kita tidak suka, juga akhirnya tidak ada yang merasa tertarik dengan minat satu sama lain, kebosanan pacaran pun terjadi. Banyak pasangan menganggap kekasihnya sibuk dengan dunianya, lebih mentingin hobinya, padahal memang karena tidak ada ketertarikan itulah menjadi kesan sang pacar sibuk dengan hobinya.Tertarik Melihat yang Lain
Kebosanan dalam pacaran juga timbul saat memang sudah waktunya untuk berpisah, tapi belum ada kata putus. Pacaran 5 tahun misalnya, berakhirnya status pacaran cuma ada di 2 tindakan. Yaitu melanjutkan ke gerbang pernikahan atau sebaliknya, putus hubungan. Sahabatan? Sepertinya tidak. Hal itu untuk yang pacaran sudah sejak SMA, atau memang pacarnya itu dulu statusnya sahabat baiknya. Oke, lalu benarkah melihat yang lain terjadi ketertarikan? Ingat, secantik atau seganteng apapun kekasihmu, dirimu akan bosan juga melihatnya selama lebih dari 3 tahun terus menerus. Sehingga melihat yang lain menjadi lebih menarik dibandingkan melihat kekasih sendiri. Hal ini juga didukung karena tidak adanya hal baru yang dilakukan bersama. Rasa bosan datang begitu saja, mungkin sebenarnya butuh ke tempat wisata baru bersama. Atau memang membicarakan ujung dari status hubungan akan dibawa kemana.Ya, pacaran lama-lama membosankan juga itu memang fakta. Pilihan tetap ada pada dirimu tentunya. Sudah menjadi dewasa jika kamu mampu mempertahankan pacaran lebih dari 3 tahun. Tentu jika kamu punya impian bersama untuk membina rumah tangga, segerakan saja dari pada bosan dan akhirnya putus dan menjalin cinta yang baru. Untuk menjalin cinta yang baru itu tidaklah mudah loh, dan butuh pengorbanan besar juga.
Mengapa Pacaran Lama-lama Membosankan Juga? Ya tentu bisa saja. Persahabatan saja bisa ganti-ganti. Ya kan? Sahabat SD lain dengan sahabat SMP. Bisa jadi lain juga sahabat saat SMA dan saat kuliah. Jadi hubungan antar manusia itu dipastikan bisa menjemukkan dan membosankan. Bayangkan saja usia manusia pada zaman nabi dulu. Rata-rata lebih dari 100 tahun. Bayangkan jika bosan melanda kehidupan saat itu. Waduh, tidak bisa dipikirkan lagi deh betapa tersiksanya. Apalagi manusia zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Oke, kita tidak akan bicara yang dulu-dulu. Kita akan membicarakan yang sekarang.
Cinta itu semangatnya bisa memudar. Itu benar. Saat dulu PDKT tentu semangatnya lain dengan yang sudah 2 tahun pacaran. Saat dulu masih 2 tahun pacaran masih senang jalan-jalan malam minggu, memasuki tahun ke 4, setiap malam tetap bisa dinikmati berdua dan malam minggu jadi biasa saja. Saat dulu masih 1 tahun pacaran masih sering nonton ke bioskop dan ntraktir makan. Memasuki tahun ke 3 mulai penghematan, jarang ke bioskop dan makan di luar. Saat dulu masih sering meluangkan waktu bersama, sekarang sibuk mengejar impian dan cita-cita.
Rutinitas Tanpa Perubahan Berarti
Bayangkan setiap bulan, setidaknya nonton bioskop bareng pacar itu 2 kali. Nah, jalani saja selama setahun. Diyakini di tahun ke 2 menjadi membosankan. Memang filmnya berganti-ganti. Tapi aktifitasnya sama saja tanpa perubahan berarti. Tempatnya juga sama di situ-situ saja. Karena merasa nyaman tentunya. Jika mencari bioskop yang lain ditakutkan tidak nyaman dan menonton pun menjadi tidak seru. Itu baru rutinitas nonton bioskop. Lalu rutinitas makan di luar. Seperti diatas, saat kamu makan di malam minggu selama setahun bareng pacar. Dipastikan tahun kedua juga menjadi membosankan dan memilih hari lain selain malam minggu. Dengan mulai banyak berargumentasi seperti malam minggu macet, tempat makannya itu-itu saja, dan lain-lain.Tidak Banyak Obrolan Menarik
Obrolan menarik tidak semenarik waktu PDKT dulu. Tidak semenarik waktu sama-sama ingin tahu diri masing-masing. Apalagi saat sudah kenal kedua orangtua masing-masing. Obrolan tidak menarik bisa diukur saat bertemu dan makan. Siapa yang lebih banyak bertanya dan memberikan topik obrolan. Dipastikan dialah yang paling sering mencoba untuk mencairkan suasana yang membosankan. Pihak lainnya hanya menimpali saja dan tidak merasa tertarik. Itulah alasan pacaran lama-lama membosankan juga. Apalagi yang mau dibahas? Belum lagi jika tidak ada ketertarikan sang kekasih untuk mengetahui minat diri kita. Semisal kita suka bola, pacar malah cuek, sehingga kita tidak bisa membicarakan bola dengan sang pacar. Atau sebaliknya, pacar suka sama K-Pop, kita tidak suka, juga akhirnya tidak ada yang merasa tertarik dengan minat satu sama lain, kebosanan pacaran pun terjadi. Banyak pasangan menganggap kekasihnya sibuk dengan dunianya, lebih mentingin hobinya, padahal memang karena tidak ada ketertarikan itulah menjadi kesan sang pacar sibuk dengan hobinya.Tertarik Melihat yang Lain
Kebosanan dalam pacaran juga timbul saat memang sudah waktunya untuk berpisah, tapi belum ada kata putus. Pacaran 5 tahun misalnya, berakhirnya status pacaran cuma ada di 2 tindakan. Yaitu melanjutkan ke gerbang pernikahan atau sebaliknya, putus hubungan. Sahabatan? Sepertinya tidak. Hal itu untuk yang pacaran sudah sejak SMA, atau memang pacarnya itu dulu statusnya sahabat baiknya. Oke, lalu benarkah melihat yang lain terjadi ketertarikan? Ingat, secantik atau seganteng apapun kekasihmu, dirimu akan bosan juga melihatnya selama lebih dari 3 tahun terus menerus. Sehingga melihat yang lain menjadi lebih menarik dibandingkan melihat kekasih sendiri. Hal ini juga didukung karena tidak adanya hal baru yang dilakukan bersama. Rasa bosan datang begitu saja, mungkin sebenarnya butuh ke tempat wisata baru bersama. Atau memang membicarakan ujung dari status hubungan akan dibawa kemana.Ya, pacaran lama-lama membosankan juga itu memang fakta. Pilihan tetap ada pada dirimu tentunya. Sudah menjadi dewasa jika kamu mampu mempertahankan pacaran lebih dari 3 tahun. Tentu jika kamu punya impian bersama untuk membina rumah tangga, segerakan saja dari pada bosan dan akhirnya putus dan menjalin cinta yang baru. Untuk menjalin cinta yang baru itu tidaklah mudah loh, dan butuh pengorbanan besar juga.

0 komentar:
Posting Komentar