Sabtu, 13 Februari 2016

KENAPA KITA HARUS BERSHOLAWAT KEPADA NABI SAW.

KENAPA KITA HARUS BERSHOLAWAT KEPADA NABI SAW.

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum wr. wb,
Ustadz, sebagaimana yang menjadi keyakinan kita sebagai umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW. itu adalah orang yang ma’shum, yang terjaga dari segala dosa, dan Allah SWT. sudah menjamin bahwa beliau adalah manusia pertama yang akan masuk surga. Lalu kenapa kita diperintahkan untuk selalu bersholawat kepada beliau, bahkan dalam setiap sholat yang kita lakukan kita selalu diwajibkan untuk selalu bersholawat kepada beliau?. Bukankah sebenarnya kita lebih perlu terhadap semua sholawat dan salam itu agar bisa selamat dan masuk surga karena kita tidak pernah lepas dari dosa dan khilaf? Mohon penjelasannya ustadz.
Hamba Allah.
Jawab:
Wa’alaikumsalam wr. wb,
Yang perlu kita pahami terlebih dulu adalah bahwa bersholawat kepada Nabi SAW. itu merupakan salah satu bentuk ibadah dan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT., dan Allah SWT. memerintahkan kepada hambanya yang beriman untuk selalu bersholawat kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. pada setiap kesempatan. Allah SWT. berfirman:
إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab [33]: 56).
Rasulullah SAW. juga mengajarkan dan menganjurkan kepada umatnya untuk selalu bersholawat kepadanya, dan beliau juga menjelaskan pahala dan balasan bagi orang yang bersholawat kepadanya. Di antaranya adalah:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ، أَنَّ ّرَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh, akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan dia akan diangkat sepuluh derajat.” (HR. Al-Nasa`i).
Sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. kepada umat Islam tentunya kita sebagai hamba harus mentaati perintah tersebut dan melaksanakannya dengan penuh keikhlasan agar kita mendapatkan pahala dan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT. sebagaimana yang dijanjikan-Nya.
Dan sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT. tentunya kebaikan dan keutamaan bersholawat itu akan kembali kepada orang yang melakukannya dengan penuh keikhlasan, dan bukan hanya untuk Nabi SAW. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi SAW. di atas. Dimana jika seseorang bersholawat kepada Nabi SAW. sekali maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.
Nabi SAW. diutus oleh Allah SWT. kepada umat manusia sebagai rahmat dan pembawa hidayah yang menunjukkan manusia jalan menuju Allah SWT. serta menyelamatkan mereka dari kegelapan jahiliyyah menuju cahaya Islam. Dengan hal itu, tentunya Nabi punya jasa yang sangat besar bagi umat manusia sehingga sudah sepantasnya mereka bersyukur kepada Allah SWT. atas rahmat yang besar itu, dan mengungkapkan rasa terima kasih itu dengan selalu bersholawat kepada Nabi SAW.
Jika seseorang selalu menyebut-nyebut orang yang berjasa kepadanya dalam urusan dunia seperti guru yang mengajarkannya ilmu, dokter yang menyembuhkan penyakitnya atas izin Allah SWT. atau dermawan yang membantunya ketika dalam kesulitan, tentunya jasa Nabi SAW. yang merupakan sebab kebahagiannya di dunia dan dia akhirat lebih besar dan lebih mulia dari semua itu. Maka sudah seharusnya kita selalu bersholawat kepada Nabi SAW. di setiap kesempatan.
Syaikh Abdurrahman al-Sa’di dalam tafsirnya terhadap ayat 56 dari surat al-Ahzab di atas menjelaskan bahwa sholawat dan salam yang kita lakukan kepada Nabi SAW. itu merupakan amalan mengikuti Allah SWT. dan para malaikat-Nya, sebagai balasan terhadap jasa-jasa Nabi SAW. terhadap kita, sebagai penyempurnaan akan keimanan kita, pengagungan terhadap Nabi SAW, pengungkapan rasa cinta dan hormat kepada beliau, sebagai penambah amal kebaikan dan penghapus kesalahan kita.
Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya Jala` al-ifham fi fadhl al-sholat wa al-salam ‘ala khair al-anam menjelaskan bahwa Allah SWT. memerintahkan orang beriman untuk bersholawat kepada Nabi SAW. setelah memberitahukan bahwa Dia dan para malaikatnya bersholawat kepada beliau, hal itu berarti bahwa jika Allah SWT. dan para malaikatnya saja bersholawat kepada Nabi SAW., maka kamu sekalian lebih berhak dan patut untuk selalu bersholawat dan salam kepadanya atas apa yang telah kamu dapatkan dari berkah risalahnya.
Semoga kita termasuk orang selalu bersholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. sehingga Allah SWT. juga selalu bersholawat untuk kita, menghapuskan segala kesalahan kita dan meninggikan derajat kita..amienn.
Wallahu a’lam bish shawab..

Hukum Valentine dalam Islam

Merayakan Hari Saint Valentine itu Haram bagi Ummat Islam


Akibat ValentineSaat ini mulai banyak Muslim Indonesia (terutama remaja dan pemudanya) yang merayakan Hari “Kasih Sayang” Saint Valentine (Valentine’s Day). Dengan pacarnya mereka berpegangan mesra bahkan lebih dari itu. Di Barat sendiri, kaum remaja dan pemuda kafir (misalnya SMA atau Perguruan Tinggi) biasa mengadakan Pesta Perayaan Hari St Valentine. Biasanya mereka berpasangan pria dan wanita. Kadang ada kamar khusus untuk berzinah. Bisa juga mereka melakukan perzinahan usai pesta Valentine tersebut.
Dari situ kita tahu bahwa Hari St Valentine itu lebih kepada hawa nafsu atau maksiat perzinahan. Bukan kasih sayang! Itu satu budaya kafir yang buruk yang tidak pantas ditiru!
Islam mengajarkan kita untuk menjalin Silaturrahim. Tali Kasih Sayang. Membantu sesama seperti menolong fakir miskin dan menyantuni anak yatim. Dan itu dilakukan setiap hari mulai dari mengucapkan salam kepada sesama saat bertemu dan menebar senyum. Tak terbatas kepada wanita pasangannya. Dalam Islam kita dilarang mendekati perbuatan zina.
Sementara Hari Raya Saint Valentine itu cuma setahun sekali. Itu pun umumnya ke pacarnya/pasangannya yang mengarah pada perbuatan mesum/zinah. Jika sudah hamil, “kekasih” bisa tak bertanggung-jawab. Bisa menggugurkan/membunuh kandungan. Ada juga gadis yang bunuh diri karena tak dinikahi padahal terlanjur hamil. Ada pula yg membunuh pacarnya karena tak mau menikahi saat sudah berzina 
Dalam Islam ada ajaran Silaturrahim/menjalin tali kasih sayang yang tulus. Namun dilarang mendekati zinah sehingga kasih itu benar2 tulus. Bukan nafsu…Jadi beda dengan ajaran Islam.
Seorang teman berkata: Daripada Palentinan mendingan Pengantenan (Menikah)!
Merayakan Valentine itu Haram karena Mendekati Perzinahan/Berzinah
Dengan merayakan Valentine bersama pacar yang bukan muhrimnya, itu sama dengan mendekati zina:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Jangankan berzinah, sekedar menyentuh atau berpegangan tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya saja siksanya melebihi daripada ditusuk dengan jarum besi kepalanya:
“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 168

8 manfaat belajar al quran

Manfaat Baca Al-Quran

 Al Quran sebagai wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW yang menjadi pedoman bagi setiap umat manusia sebagai pedoman hidup guna menunjukkan kepada jalan kebaikan dan kebenaran, mengingatkan manusia agar berpegang teguh pada Al Quran untuk selamat di Dunia dan Akhirat. Jika suatu buku memiliki suatu nilai manfaat dari setiap isinya, maka alquran banyak memiliki manfaat dan menjadi tuntunan hidup atau pegangan manusia dalam hidup didunia. Bahkan Al Quran memiliki keistimewaan bagi setiap orang yang membacanya, bahkan dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
” Ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Bahkan dari tiap 1 ayat yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. Karena keistimewaan Al Quran mampu membuat hidup manusia menjadi aman dan tentram.
Berikut ini sepenggalan manfaat mempelajari, membaca dan mengamalkan Al Quran, diantaranya adalah :
1. Dari tiap ayat Al Quran yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya
2. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia untuk menuntun kepada jalan kebaikan, kebenaran dan keselamatan
3. Al Quran sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membacanya
4. Al Quran mampu memotivasi diri dan pemberi semangat
5. Al Quran sebagai sebuah peringatan besar dan teguran akan sifat dan perilaku manusia
6. Al Quran sebagai pelebur segala emosi dan amarah yang mampu mendamaikan dan memberi ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau digambarkan seperti halnya yang terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah
7. Al Quran sebagai sarana komunikasi diri dengan Allah SWT
8. Al Quran sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT

manfaat belajar

MANFAAT BELAJAR

MANFAAT BELAJAR
Mendengar kata belajar mungkin sudah tidak terasa asing lagi di telinga semua orang yang hamper membuat kebanyakan orang menjadi “ALERGI” untuk mendengarnya. Karena yang terbayang dibenak semua orang adalah setumpuk buku-buku yang ada di hadapan mereka untuk dibaca dan dipelajari semuanya, yang akan menjadi membosankan. Kenapa orang-orang trsebut merasa bosan dengian orang-orang tersebut yang berasumsi bahwa mereka sudah lama lulus sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang seperti itu berfikir demikian karena mereka tidak melihat atupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatn “belajar”.
Dalam dunia usaha kata belajar itu sangat menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku usaha akan terasa bahwa usahanya akan jauh tertinggal dan tersingkirkan dari persaingan, karena dengan belajar menumbuhkan inovasi, inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam usaha. Belajar juga harus membutuhkan waktu yang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari pesaing-pesaing, agar usaha yang dijalankan berjalan dengan pesat. Dengan belajar inilah melahirkan manfaat-manfaat yang bias diambil, diantaranya adalah :
• Dengan belajar dapat menumbuhkan kebiasaan pada diri orang tersebut.
• Dengan belajar dapat menumbuhkan motifasi pada diri orang tersebut dan dapat menjadikan seseorang sukses.
• Dengan belajar akan menambah banyak ilmu pengetahuan.
• Dapat menjadi orang yang diperlukan bagi lingkungan kita.
• Dapat menambah keterampilan pada diri kita.
Dengan belajar inilah akam menghasilkan sesuatu yang lebih baik pula. Prinsip dari belajar itu sendiri adalah komitmen. Komitmen secara fisik, mental dan emosional. Komitmen fisik itu adalah menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat scara fisk dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang didapat dalam belajar. Komitmen secara mental memprose informasi yang didapatkan(bukan skedar mendengar informasi selintas dengan dakuping kiri ke kuping kanan saja). Komitmen secara emosional adalah dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam belajar pelajaran maupun sesulit apapun

HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN

HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN
  1. PENDIDIKAN ANAK
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ كَمَا تَنَاتَجُ الْإِبِلُ مِنْ بَهِيمَةٍ جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّ مِنْ جَدْعَاءَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ (رواه أبو داود)[1]
Artinya :
Menceritakan kepada kami Al-Qa’nabi dari Malik dari Abi Zinad dari Al–A’raj dari Abu Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda : “Setiap bayi itu dilahirkan atas fitroh maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasroni sebagaimana unta yang melahirkan dari unta yang sempurna, apakah kamu melihat dari yang cacat?”. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapat tuan mengenai orang yang mati masih kecil?” Nabi menjawab: “Allah lah yang lebih tahu tentang apa yang ia kerjakan”. (H.R. Abu Dawud)
 KANDUNGAN HADITS
Setiap anak dilahirkan atas fitrohnya yaitu suci tanpa dosa, dan apabila anak tersebut menjadi yahudi atau nasrani, dapat dipastikan itu adalah dari orang tuanya. Orang tua harus mengenalkan anaknya tentang sesuatu hal yang baik yang harus dikerjakan dan mana yang buruk yang harus ditinggalkan. Sehingga anak itu bisa tumbuh berkembang dalam pedndidikan yang baik dan benar.
Dalam proses pendidikkan anak ini, adakalanya orang tua bersikap keras dalam mendidik anak. Contohnya, pada umur tujuh tahun orang tua mengingatkan anaknya untuk melakukan sholat dan pada saat umur sepuluh tahun, orang tua boleh memukulnya ketika sianak tersebut tidak mengerjakan sholat.
Ketika anak tersebut oleh orang tuanya dijadikan seorang muslim maka anak tersebut harus menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang muslim. Salah satunya adalah berbakti kepada kedua orang tuanya seperti firman Allah SWT.
“dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya”. (Q.S Al-ankabuut).
Alangkah tepat andai firman Allah tersebut kita baca berulang-ulang dan kita renungkan dalam-dalam. Sehingga Allah berkenan mengaruniakan cahaya hidayahnya kepada kita, mengaruniakan kesanggupan untuk mengoreksi diri dan mengaruniakan kesadaran untuk bertanya: “Telah seberapa besarkah kita memuliakan ibu bapak?”. Boleh jadi kita sekarang mulai mengabaikan orang tua kita. Bisa saja saat ini mereka tengah memeras keringat banting tulang mencari uang agar studi kita sukses. Sementara kita sendiri mulai malas belajar dan tidak pernah menyesal ketika mendapatkan nilai yang pas-pasan. Bahkan, dalam shalat lima waktunya atau tahajudnya mereka tak pernah lupa menyisipkan doa bagi kebaikan kita anak-anaknya.
Tetapi, berapa kalikah dalam sehari semalam kita mendoakannya? Shalat saja kita sering telat dan tidak khusyuk Rasulullah SAW menempatkan ibu “tiga tingkat” di atas bapak dalam hal bakti kita pada keduanya. Betapa tidak, sekiranya saja kita menghitung penderitaan dan pengorbanan mereka untuk kita, sungguh tidak akan terhitung dan tertanggungkan. Orang bijak mengatakan, “Walau kulit kita dikupas hingga telepas dari tubuh tidak akan pernah bisa menandingi pengorbanan mereka kepada kita.”
Jadi orang tua itu berperan penuh dalam proses mendidik anaknya, apabila anak itu sampai tidak mengenal agama (mengenal Allah) maka itu merupakan kelalaian orang tua.


Sumber ; https://pkbmdaruttaklim.wordpress.com/2012/10/31/kumpulan-hadits-tentang-pendidikan/
Diberdayakan oleh Blogger.